Langsung ke konten utama

Asyiknya mengikuti seminar dan pelatihan di era pandemi

Assalamualaikum ...

Apa kabar temans? Masihkah betah di rumah, atau sudah mulai beraktivitas di luar rumah dengan mengikuti protokol new normal?

Bagi yang masih betah di rumah saja, adakah yang suka mengikuti webinar online seperti saya? Bisa dikatakan ini semacam blessing in disguise kali ya, di saat harus diam di rumah, ternyata ada kesempatan belajar gratis tanpa harus keluar rumah.

Seperti yang sering dikatakan Pak Ustad, sesudah kesulitan ada kemudahan (Qur'an Surah Al Insyirah:5-6). Nah, hal ini rupanya juga berlaku di era pandemi. Ketika keluar rumah saja sulit, ternyata ada kemudahan dalam belajar ... Alhamdulillah ...





Webinar yang makin menjamur

Bagi sebagian orang, menjamurnya seminar dan pelatihan online di era pandemi ini tentunya adalah salah satu pengisi waktu luang yang menyenangkan. Khususnya bagi mereka yang senang menimba ilmu, ini adalah kesempatan untuk memperkaya diri dengan ilmu-ilmu yang berfaedah. Bahkan bila beruntung bisa mendapatkan sertifikat dan door prize.

Informasinya pun sangat mudah didapat, karena undangan seminar dan pelatihan online ini hampir setiap hari bertebaran di grup-grup whatsapp. Banyak diantaranya yang free alias gratis, tapi ada juga yang berbayar.

Topiknya bervariasi, mulai dari keuangan, perpajakan, transportasi, tourism, kesehatan, psikologi, pertanian, pendidikan, hingga pemasaran. Banyak diantara topiknya yang berhubungan dengan covid 19 serta dampaknya. Ada juga yang tidak berhubungan sama sekali.




Jika melihat situasi sekarang, sepertinya menjadi penyelenggara seminar dan pelatihan bisa menjadi bisnis yang menjanjikan di masa depan. Tak heran jika semakin banyak saja lembaga atau institusi yang membuat seminar semacam ini.

Motivasi mereka selain karena adanya potensi keuntungan finansial, tentunya juga sebagai media promosi. Dengan semakin banyaknya acara yang diselenggarakan, bisa jadi semakin besar juga peluang institusinya untuk semakin dikenal orang dan semakin besar pula peluangnya mendunia.

Di era digital ini, dimana semua lembaga atau institusi berusaha tampil online, siapa yang tidak ingin mendunia? Karena hal itu akan membuka lebih banyak peluang yang menjanjikan di masa depan.


Makin banyak kesempatan belajar gratis

Baiklah, mari kita kembali ke laptop. Bagi kita sebagai peserta, kita ambil sisi positifnya saja, sebagai kesempatan bagus untuk menambah ilmu yang bermanfaat. Apalagi sumbernya tak jarang berasal dari lembaga pendidikan yang bergengsi.

Bagi teman-teman yang senang belajar, berhubung dua event yang saya share sebelumnya sudah lewat, maka di bawah ini saya akan share link pendaftaran kursus gratis dari Harvard University dan University of People. Keren kan? Coba simak, topik-topiknya pun menarik. Tidak semuanya gratis memang. Tapi bagian yang gratis pilihannya cukup banyak.



Bagi ibu-ibu yang sudah tidak terlalu repot dengan anak-anak seperti saya, tentunya ini adalah kesempatan bagus yang sayang jika sampai terlewat. Mumpung gratis tentunya ya, karena memberikan kursus juga perlu modal. Jangan heran jika kelak semua webinar menjadi berbayar.

Webinar yang gratis pun bagi peserta tidak sepenuhnya gratis, karena peserta juga harus mengeluarkan modal berupa kuota yang cukup. Belajarnya rata-rata menggunakan zoom dan setidaknya berlangsung selama 1-2 jam.

Namun saya rasa itu masih cukup ringan, jadi asal menemukan webinar dengan topik yang cocok, cepat-cepat saja mendaftar. Selanjutnya kita tinggal meluangkan waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan dan rajin memeriksa email tentunya, karena webinar id dan password pada umumnya dikirim lewat email.

Nah, bagi yang senang mengikuti webinar dan pelatihan lewat zoom, di bawah ini saya ingin memberikan tips mengikuti webinar sesuai dengan pengalaman saya. Siapa tahu bermanfaat bagi yang baru mulai mengikuti acara seminar. Yuk kita simak tips nya di bawah ini:


Tips mengikuti webinar

1. Siapa cepat dia dapat

Karena undangan beredar di berbagai grup wa, maka berlaku ungkapan siapa cepat dia dapat. Karena itu sedikit tips dari saya, jika melihat acara bagus dan gratis, penyelenggaranya institusi yang terkenal, apalagi kalau menyediakan sertifikat, maka cepat-cepatlah mendaftar karena terlambat sedikit saja kemungkinan kuota telanjur penuh sehingga pendaftaran gagal.

2. Cek email

Setelah mendaftar webinar, biasanya penyelenggara akan mengirimkan link lewat email. Jika belum mendapatkan link, cek lagi apakah Anda sudah mengisi form pendaftaran dengan benar.

Cek email juga membantu mengingat waktu  penyelenggaraan acara. Saat waktu penyelenggaraan acara sudah dekat, seringkali juga ada reminder dari panitia. Karena itu rajin-rajinlah mengecek email, jangan sampai terlewat acaranya karena terlupa akibat kesibukan di rumah.

3. Hadir tepat waktu

Setidaknya bersiap-siaplah 20 menit sebelum acara dimulai, supaya tidak terlambat. Siapa tahu tiba-tiba zoom perlu diupdate dulu. Atau, meski jarang terjadi, terkadang jumlah pendaftar melebihi kapasitas, sehingga akhirnya yang online terakhir sudah tidak bisa masuk. Sayang kan?

4. Mute tanda mic

Saat acara dimulai, jangan lupa tanda mic yang ada di pojok kiri bawah di mute dulu supaya tidak mengganggu acara karena menimbulkan bunyi-bunyian yang tak diharapkan. Pencet unmute saat perlu merespon pembicara dan matikan kembali setelah selesai berbicara.

5. Nyalakan video

Banyak orang yang senang mematikan video karena terkadang mereka mengikuti webinar sambil mengerjakan pekerjaan yang lain. Namun sebaiknya nyalakan dulu video awal acara, bila ada orang yang sudah dikenal, biasanya ini adalah kesempatan untuk saling menyapa. Video juga perlu dinyalakan pada saat mengajukan pertanyaan atau berkomentar.

6. Ajukan pertanyaan lewat chat

Terkadang dengan banyaknya penanya, pembicara tak sempat menjawab pertanyaan secara langsung, satu demi satu. Tak perlu berkecil hati, jika tak mendapat kesempatan bertanya langsung, manfaatkan vitur chat untuk mengajukan pertanyaan dengan menyebut nama dan asal institusi. Ungkapkan pertanyaan secara singkat dan jelas. IK


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Channel Youtube, Instagram dan Blog Resep Masakan Favorit

Assalamualaikum, Selamat malam temans ... dan juga selamat Lebaran bagi teman-teman yang merayakan ... Setelah sekian lama #dirumahaja, tentunya teman-teman memiliki banyak waktu luang untuk mengerjakan hal-hal yang biasanya tak sempat dilakukan atau kembali menekuni hobi yang tadinya terlupakan. Yah ... menyibukkan diri dengan hal-hal yang menyenangkan akan membuat waktu cepat berlalu sehingga acara di rumah aja yang sudah begitu lama tak lagi terasa membosankan. Adakah di antara teman-teman yang hobi nyemil dan masak seperti saya? Nah, di postingan ini saya ingin cerita tentang masakan, resep, hingga daftar blog, instagram serta channel video menarik yang memuat resep-resep masakan favorit terpercaya. Sebagai orang yg sudah sering membuat buku resep, saya biasanya memang memasak menggunakan resep sendiri. Tapi bukan berarti saya tidak senang mencoba resep orang lain. Asal melihat foto dan resep yang menarik, saya selalu ingin mencoba. Rasanya puas kalau sudah mencoba. Dari...

Mari bersiap memasuki era new normal

Assalamualaikum wr. wb. Akhirnya masa-masa #dirumahaja akan segera berakhir. Kita akan segera kembali menjalani rutinitas keseharian kita seperti saat sebelum ada covid 19. Tentu saja rutinitas itu tak mungkin persis sama seperti dulu. Akan ada beberapa hal yang berubah akibat pandemi, yaitu adanya tambahan kebiasaan baru yang kudu harus wajib banget dipatuhi setiap orang. Kebiasaan baru yang wajib dipatuhi itu diantaranya yaitu memakai masker saat keluar rumah, sering mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, cukup berolahraga dan beristirahat, hingga berusaha di rumah saja jika tak ada keperluan penting, dsb. Suasana belanja di Era Pandemi dg antrian bak ular naga panjangnya Hidup lebih bersih dan lebih sehat Semua kebiasaan baru itu merupakan bagian dari protokol kesehatan new normal yang akan segera diterapkan secara ketat di Indonesia dan segera dimulai di kota-kota dimana tidak ditemukan penderita baru. Dilihat dari sisi positifnya, new normal membuat...